Aku
tidak sebahagia yang aku pikirkan. Iyaa itu yang ada dalam benakku saat ini. Dulu
aku tak begini, tak pernah membuang air mataku dengan sia-sia. Menangis hanya
karena seorang laki-laki yang sangat aku sayangi. Mungkin masalahku ini bisa
dianggap sepele dan mungkin diluar sana ada puluhan bahkan ratusan orang yang
menanggung masalah yang jauh lebih berat. aku hanya kecewa dengannya Tuhan.
Saat
mengeluarkan air mata, disisi lain hatiku merasa senang. Karena apa? Karena ternyata
aku masih punya perasaan. Perasaan senang, susah dan sedih. Iya aku punya. Ternyata
perasaanku masih berfungsi dengan bagus. Tatkala ada perkataan yang kurang enak
dan terlampau sakit aku bisa menangis seperti saat ini. Sesak, tersedu-sedu,
marah itu gambaranku saat ini.
Malam
ini aku hanya bisa berdoa kepada Sang Kuasa..
Tuhan,
hentikanlah rasa sakit yang menyayat hati ini hilang ketika aku membuka mata diapagi
hari nanti…
Sembuhkanlah
rasa sakit yang datang pada setiap orang yang merasakannya malam ini…
Kuatkanlah
kami, dan yakinilah kepada kami, jika rasa sakit ini adalah untuk menemput
sebuah kebahagiaan yang luar biasa..
Berikanlah
kami kesabaran…
….dan
doa yang tak pernah lupa kupanjatkan adalah berikanlah abang tempat yang paling
enak disana…
…..dan
Pulihkanlah Ayahandaku dari sakit dan senantiasa diberi berkah dan umur panjang
untuk ayah, ibu, dan adikku…
Ijinkanlah
hambamu membahagiakan mereka…
…………………..amien


amien neng :))
BalasHapus